Menparekraf:”Indonesia Adalah Wisata Ramah Lingkungan”

Indonesia diberkati dengan beribu-ribu destinasi wisata menarik dan bisa membuat siapa saja kagum akan keeksotisannya dari wisata pegunungan seperti Bogor hingga wisata bahari seperti di Raja Ampat. Namun mana yang sayang akan alam dan ramah lingkungan dalam konsep wisatanya ini? Ini beberapa diantaranya. Sekarang ini, belum seluruh destinasi wisata yang ada di Indonesia dibangun menjadi ramah lingkungan dan turis juga diharuskan tuk sayang dengan alam sekitar terutama alam yang ada di Indonesia jika berkunjung. Padahal, itu merupakan faktor utama bila ingin menjadikan wisata berkelanjutan sampai dengan jangka waktu yang tidak sebentar.

Namun ada sebagian destinasi yang telah bersahabat dengan alam alias ramah lingkungan. Satu dari beberapa destinasi wisata ini ialah Pulau Menjangan yang ada di Bali. “Ekowisata di resort Pulau Menjangan Bali sudah lama dikerjakan. Sudah dari kurang lebih 17 tahun yang lalu,” ujar Mari Elka Pangestu, Menparekraf, didalam agenda Seminar Nasional Pariwisata Berkelanjutan September 2014.

Di sana, diperhatikan dengan cara profesional bagaimana pemakaian air. Juga, seperti apa limbah yang terbuang, agar tak merusak alam. Langkahnya? Dengan memanfaatkan bahan-bahan ramah lingkungan dengan kata lain organik. Masih di Bali, wisata sayang alam selanjutnya ialah Desa Les. Desa yang ada di Kecamaran Tejakula, Bali sekitar utara ini mengusung besar nilai-nilai atas keramahan lingkungan. Bila Pulau Menjangan diurus oleh swasta, desa tersebut dikelola seluruhnya oleh penduduk setempat. “Ada pun Tanjung Ringgit dan Teluk Mekaki,” ujar Mari. “Maka dari itu Indonesia adalah wisata yang ramah lingkungan.”

Dua destinasi yang begitu ramah lingkungan ini ada di Lombok. Tanjung Ringgit ada di Lombok bagian Timur. Sementara Teluk Mekaki terletak di Sekotong, Lombok Barat. Kemudian, seperti apa sustainable tourism yang terdapat disana? Berdasarkan penadapat Mari, wisatawan tak hanya bisa menikmati keeksotisan alam saja, tapi pula ada timbal baliknya dari kunjungan mereka ini. “Wisatawan bisa menyumbangkan pelestarian lingkungan dan pun mengajarkan hal-hal anyar ke masyarakat disana, di Lombok” lanjut Mari.

Misal, wisatawan yang bermalam disana bisa menanamkan tanaman terumbu karang. Bisa pun membantu membersihkan sesampahan dari orang tidak bertanggung jawab yang ada di hutan atau pantainya. Buat timbal balik kepada masyarakat, wisatawan bisa mengajari bahasa Inggris pada penduduk lokal. Pun bisa mengajarkan seperti apa menyambut tamu supaya lebih ramah terhadap wisatawan lain jika sewaktu-waktu memerlukan jasa mereka dalam melakukan apapun. “Pariwisata jadi garda paling depan tuk melestatikan alam, budaya serta sosial,” tutup Mari. yang sudah memberikan waktu luangnya untuk kami wawancarai tentang destinasi ramah Lingkungan yang ada di sekitar Nusantara Indonesia.

4 Replies to “Menparekraf:”Indonesia Adalah Wisata Ramah Lingkungan””

Leave a Reply

Your email address will not be published.